Peran Keluarga dalam Pendidikan Moral Anak

Masihkah kita ingat tagar "Justice For Audrey" yang sempat menjadi pembicaraan khalayak ramai. Kasus Audrey merupakan salah satu dari sekian banyak kasus kekerasan dan/atau bullying yang melibatkan anak-anak dibawah umur. Kasus kasus seperti sangat susah dicari siapa yang salah, apakah si anak yang salah? atau sekolah yang tidak mengajarkan pendidikan moral? atau bahkan keluarga dalam hal ini orang tua yang tidak pernah mendidik moral sang anak?. Menurut analisa saya dalam KUHPer, anak-anak dibawah umur dalam setiap perbuatannya dimata hukum masih dalam tanggung jawab orang tuanya. Lalu jika kita berkaca dari berbagai kasus yang banyak terjadi, dimanakah peran orang tua (keluarga) dalam mendidik anak?

Sumber : https://www.educenter.id


Dewasa ini, peran keluarga dalam mendidik anak seakan-akan hilang ditelan bumi. Orang tua yang sibuk bekerja sampai melupakan waktu untuk anak. Bahkan ketika dirumah masih melakukan urusan pekerjaan. Alhasil anak lebih cenderung menghabiskan waktu bersama pembantu, teman, bahkan mungkin sendirian. Anak- anak juga akan kehilangan tempat mereka curhat karea mereka sangat jarang berkumpul dengan orang tuanya. Dititik ini saya sempat berfikir, lantas apakah sepenting itukah peran keluarga dalam pendidikan anak?

Seberapa penting peran keluarga dalam pendidikan anak dapat kita lihat dari teori lingkungan pendidikan. Dalam teori tersebut lingkungan pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu:
  1. Lingkungan Keluarga
  2. Lingkungan Sekolah
  3. Lingkungan Masyarakat
Dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa peran pendidikan awal pertama kali ada dalam tahap lingkungan keluarga, hal ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan awal terhadap anak. Sehingga nantinya pendidikan dari keluarga ini akan menjadi pedoman anak dalam menjalani kehidupan dan menuju ketahap selanjutnya yaitu lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Dalam keluarga pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh anak adalah pendidikan moral. Ketika terjadi kasus yang terkait moral anak, keluarga seakan akan kurang menyadari perannya dan lebih senang untuk menyalahkan pendidikan yang ada disekolah. Sehingga perlu digaris bawahi peran utama keluarga adalah pendidikan moral, sedangkan peran utama sekolah adalah pendidikan akademik. Hal diatas adalah tujuan utama dari peran keluarga, berikut adalah beberapa peran penting keluarga dalam pendidikan:

Keluarga adalah Guru
Orang jawa bilang Guru adalah "digugu lan ditiru" artinya guru adalah seseorang yang perkataan dan perbuataannya dijadikan patokan dan dicontoh. Guru bukan hanya di dapat dalam dunia lingkungan sekolah saja, mereka yang bisa mengajarkan apapun pada orang lain adalah guru. Namun guru yang paling penting adalah guru dari orang tua itu sendiri, dimana orang tua mengajarkan anak apa yang mereka lihat dari saat pertama kalai anak membuka mata. Selain itu orang tua juga harus membimbing anak. Membimbing anak adalah hal utama yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anak. Membimbing anak memanglah hal yang gampang-gampang susah. Bimbingan yang dilakukan orang tua meliputi moral, agama, dan pendidikan

Keluarga sebagai Teman
Anak-anak dalam perkembangannya tentu akan sangat membutuhkan sosok teman yang baik. Lalu siapa sangka, teman yang baik bagi seorang anak adalah orang tua mereka sendiri. Orang tua harus bisa memposisikan dirinya sebagai teman sang anak dan menjadi pendengar yang baik. Kita harus dapat membedakan perang orang tua sebagai orang tua dan orang tua sebagai anak. Anak-anak cenderung akan menceritakan kisah kehidupan mereka (curhat) kepada teman mereka. Sehingga sangat penting sekali untuk memposisikan diri sebagai teman. Dengan memposisikan sebagai teman, orang tua akan lebih banyak mengetahui apa yang anak lakukan dan rahasia mereka.

Keluarga adalah Pengawas
Di tahap selanjutnya, keluarga haruslah menjadi pengawas yang baik terhadap apa saja yang dilakukan anak. Anak-anak cenderung belum tahu perbuatan mana yang baik dan buruk buat mereka. Mereka cenderung ikut-ikut teman dan hal-hal yang menjadi viral di media sosial tanpa mereka ketahui apakah hal terbut baik atau buruk. Sebagai pengawas, keluarga harus mampu membatasi perbuatan yang dilakukan anak dalam hal perbuatan tersebut buruk. Perlu diingat juga, pengawasan yang dilakukan haruslah dengan pendekatan secara halus kepada anak. Apabila orang tua melakukannya secara paksa bisa saja anak berontak dan malah akan menjadi semakin nakal.

Keluarga adalah Hakim
Hakim adalah orang yang berhak memutuskan perbuatan itu baik atau buruk dan memberikan hukuman jika perbuatan itu buruk. Hubungannya dalam pendidikan anak, sebagai orang tua haruslah mampu menentukan perbuatan yang dilakukan anak apakah baik atau buruk dan jika buruk harus diberikan hukuman. Kenapa hukuman itu penting? hal itu karena dengan adanya hukuman akan memberikan efek jera kepada anak agar tidak melakukan hal tersebut dan menumbuhkan mindset bahwa "dia jangan melakukan hal itu". Perlu digaris bawahi hukuman yang orang tua berikan janganlah berupa kekerasan, salah satu contoh yang dapat dilakukan adalah seperti uang jajan dikurangi.
Peran Keluarga dalam Pendidikan Moral Anak Peran Keluarga dalam Pendidikan Moral Anak Reviewed by Si Panjoel on Mei 24, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.